EFEK NILAI TUKAR NEGARA IMPORTIR DAN HARGA EKSPOR TERHADAP KINERJA EKSPOR KOPRA DI INDONESIA

Main Article Content

Retna Dewi Lestari Fanny Widadie Eliana Wulandari Singgih Purnomo

Abstract

Potensi industri pengolahan minyak nabati pada negara-negara maju semakin besar. Salah satu bahan baku penghasil minyak nabati adalah kopra atau daging kelapa yang dikeringkan atau disebut Copra Meal dalam perdagangan internasional. Kopra dapat diolah menjadi minyak kelapa (coconut oil), minyak goreng, margarin, deterjen, bahan bakar biodesel dan produk turunannya. Indonesia merupakan penghasil utama kopra setelah Negara Filipina. Produksi rata-rata kopra Indonesia sampai bulan Juni Tahun 2023 adalah 535.000 metrik ton (Index Mundi, 2023). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan faktor yang paling berperan dalam mempengaruhi volume ekspor kopra dari Indonesia ke lima negara importir yaitu China, India, Jerman, Belanda dan Republik Korea dari rentang waktu tahun 2006 sampai tahun 2022. Metode analisis data dengan pendekatan Common Effect Model atau Pooled Least Square (PLS). Hasil dari penelitian ini menunjukkan Ekpor kopra Indonesia jika dilihat masih berfluktuatif, namun kecenderungan menurun, hal ini disebabkan daya saing kopra di pasar internasional masih rendah. Variable nilai tukar uang negara tujuan terhadap USD dan harga kopra dunia berpengaruh terhadap volume ekspor kopra Indonesia. Untuk meningkatkan volume ekspor kopra perlu adanya peningkatan daya saing kopra sehingga tidak kalah dengan kopra negara lain.

Article Details

How to Cite
LESTARI, Retna Dewi et al. EFEK NILAI TUKAR NEGARA IMPORTIR DAN HARGA EKSPOR TERHADAP KINERJA EKSPOR KOPRA DI INDONESIA. AGROTEKSOS, [S.l.], v. 34, n. 3, p. 1057-1067, mar. 2025. ISSN 2685-4368. Available at: <https://agroteksos.unram.ac.id/index.php/Agroteksos/article/view/1297>. Date accessed: 03 apr. 2025. doi: https://doi.org/10.29303/agroteksos.v34i3.1297.
Section
Articles