PENGARUH TEKNIK BUDIDAYA DAN APLIKASI PUPUK HAYATI MIKORIZA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PADI BERAS HITAM (Oryza sativa L.)
Main Article Content
Abstract
Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik budidaya dan aplikasi pupuk hayati mikoriza terhadap pertumbuhan dan hasil padi beras hitam, dengan melaksanakan percobaan di lahan sawah petani di Desa Taman, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung (Bali), dari bulan April hingga Agustus 2024. Percobaan ditata dengan rancangan Split Plot dengan tiga blok dan dua faktor perlakuan, yaitu teknik budidaya padi (B1: konvensional; B2: sistem irigasi aerobik (SIA); B3: SIA + kacang hijau) sebagai petak utama, dan pupuk hayati mikoriza (M0: tanpa; M1: dengan mikoriza) sebagai anak petak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk hayati mikoriza berpengaruh nyata terhadap seluruh variabel pengamatan, kecuali jumlah gabah hampa. Teknik budidaya padi juga berpengaruh nyata terhadap hampir semua variabel pengamatan, kecuali tinggi tanaman, jumlah anakan, dan jumlah malai, tetapi pengaruh interaksi signifikan terhadap jumlah daun, anakan, malai, gabah berisi, dan hasil gabah. Berdasarkan pola interaksinya, kombinasi perlakuan terbaik adalah B3M1 (tumpangsari disertai aplikasi pupuk hayati), yang menghasilkan jumlah daun, anakan, malai, gabah berisi dan hasil gabah tertinggi, dengan hasil gabah 96,04 g/rumpun. Hasil ini menunjukkan bahwa integrasi teknik tumpangsari dan aplikasi pupuk hayati mikoriza berpotensi sebagai pendekatan budidaya berkelanjutan yang efektif untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas padi beras hitam.
Abstract. This study aims to determine the effect of cultivation techniques and mycorrhiza biofertilizer application on growth and yield of black rice, by conducting an experiment in a farmer's ricefield in Taman Village, Abiansemal District, Badung Regency (Bali), from April to August 2024. The experiment was arranged with Split Plot design comprising three blocks and two treatment factors, namely rice cultivation techniques (B1: conventional; B2: aerobic irrigation system (AIS); B3: AIS + mungbean) as main plots, and mycorrhiza biofertilizer (M0: without; M1: with mycorrhiza) as subplots. The results showed that mycorrhiza biofertilizer significantly affected all observation variables, except unfilled grain number. Rice cultivation techniques also significantly affected almost all observation variables, except plant height, tiller number, and panicle number, but interaction effects were significant on the number of leaves, tillers, panicles, filled grains, and grain yield. Based on the interaction pattern, the best treatment combination was B3M1 (intercropping with biofertilizer application), which produced the highest number of leaves, tillers, panicles, filled grains, and grain yield, with grain yield of 96.04 g/clump. These results indicate that integration of intercropping and biofertilizer application has the potential to be an effective sustainable cultivation approach to increase the productivity and quality of black rice.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.