DAMPAK ALIH FUNGSI LAHAN SAWAH TERHADAP KETAHANAN PANGAN DI PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

Main Article Content

Ade Rezkika Nasution Sab’ul Masani Daeva Mubarika Raisa Mohammad Alwi Shahab

Abstract

Salah satu tantangan dalam tercapainya ketahanan pangan penduduk adalah meningkatnya konsumsi dikarenakan tingginya pertumbuhan penduduk. Menurunnya luas lahan pertanian akibat alih fungsi lahan juga menjadi tantangan dalam tercapainya ketahanan pangan, khususnya Provinsi Nusa Tenggara Barat yang harus mengorbankan beberapa lahan pertaniannya untuk dijadikan hunian penduduk yang semakin meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah produksi padi yang hilang akibat alih fungsi lahan sawah dan dampaknya terhadap ketahanan pangan di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Data yang digunakan merupakan data sekunder berupa time series tahun 2014-2024. Metode penelitian dengan menggunakan metode kuantitatif untuk menganalisis produksi padi yang hilang akibat alih fungsi lahan hingga ketahanan pangan di Provinsi Nusa Tenggara Barat, selanjutnya untuk menganalisis dampak alih fungsi lahan sawah terhadap ketahanan pangannya digunakan Uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahun 2014 sampai dengan 2024, seluas 55,5 ribu ha lahan sawah di Provinsi Nusa Tenggara Barat beralih fungsi dan menyebabkan hilangnya produksi padi sebanyak 2,78 juta ton dengan rata-rata sebanyak 397,7 ribu ton setiap tahunnya. Selanjutnya untuk mengetahui dampak alih fungsi lahan sawah terhadap ketahanan pangan penduduk di Provinsi Nusa Tenggara Barat, diperoleh hasil bahwa tidak terdapat perbedaan rata-rata nilai ketahanan pangan penduduk saat terjadi maupun tidak terjadi alih fungsi lahan.

Article Details

How to Cite
NASUTION, Ade Rezkika et al. DAMPAK ALIH FUNGSI LAHAN SAWAH TERHADAP KETAHANAN PANGAN DI PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT. AGROTEKSOS, [S.l.], v. 35, n. 2, p. 675-685, oct. 2025. ISSN 2685-4368. Available at: <https://agroteksos.unram.ac.id/index.php/Agroteksos/article/view/1492>. Date accessed: 11 jan. 2026. doi: https://doi.org/10.29303/agroteksos.v35i2.1492.
Section
Articles