PERBANDINGAN MEDIA PENYIMPANGA TRADISIONAL TERHADAP SUSUT HASIL DAN KUALITAS BAWANG MERAH PASCAPANEN

Main Article Content

Andi Bonewati Andi Murniati Ratnawati Ratnawati

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai media penyimpanan tradisional terhadap susut hasil dan kualitas fisik bawang merah (Allium ascalonicum L.) pascapanen di P4S Lampoko Kabupaten Bone. Tiga metode penyimpanan yang digunakan yaitu loteng rumah kebun, ikat dan gantung, serta lantai rumah. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) satu arah dengan tiga perlakuan dan tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi susut bobot dan kerusakan fisik selama dua minggu penyimpanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata susut bobot tertinggi terjadi pada media loteng rumah kebun sebesar 32,27%, diikuti lantai rumah 25,90%, sedangkan terendah pada metode ikat dan gantung sebesar 15,00%. Hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa perbedaan media penyimpanan tidak berpengaruh nyata terhadap susut bobot (Fhitung 2,41 < Ftabel 5,14). Namun, pada parameter kerusakan fisik diperoleh perbedaan yang signifikan (Fhitung 20,83 > Ftabel 5,14), dengan tingkat kerusakan tertinggi pada lantai rumah (12,33%) dan terendah pada ikat dan gantung (3,00%). Secara keseluruhan, metode ikat dan gantung merupakan cara paling efisien dalam menekan kehilangan hasil dan menjaga kualitas fisik bawang merah pascapanen karena sirkulasi udara lebih baik dan kelembapan lebih terkontrol.

Article Details

How to Cite
BONEWATI, Andi; MURNIATI, Andi; RATNAWATI, Ratnawati. PERBANDINGAN MEDIA PENYIMPANGA TRADISIONAL TERHADAP SUSUT HASIL DAN KUALITAS BAWANG MERAH PASCAPANEN. AGROTEKSOS, [S.l.], v. 35, n. 3, p. 1014-1024, dec. 2025. ISSN 2685-4368. Available at: <https://agroteksos.unram.ac.id/index.php/Agroteksos/article/view/1507>. Date accessed: 02 feb. 2026. doi: https://doi.org/10.29303/agroteksos.v35i3.1507.
Section
Articles