ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHA KERAJINAN ANYAMAN PURUN (ELEOCHARIS DULCIS) DI KECAMATAN BRANDAN BARAT KABUPATEN LANGKAT
Main Article Content
Abstract
Usaha anyaman purun (Eleocharis dulcis) merupakan usaha mikro berbasis sumber daya lahan gambut yang telah berkembang di Kabupaten Langkat dan memiliki potensi untuk memperkuat perekonomian lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial usaha tenun purun sebagai dasar pengambilan keputusan pengembangan usaha. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode studi kasus pada Usaha Tenun Purun Serasi yang berlokasi di Desa Lubuk Kertang, Kecamatan Brandan Barat. Data primer dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara terstruktur, kuesioner, dan dokumentasi usaha. Kelayakan finansial dievaluasi menggunakan Net Present Value (NPV), Gross Benefit–Cost Ratio (Gross B/C Ratio), Internal Rate of Return (IRR), dan Payback Period (PP) selama periode analisis lima tahun (2020–2024) dengan suku bunga acuan 6 persen/tahun, yang mencerminkan suku bunga pinjaman bank komersial yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha tenun purun menghasilkan NPV positif sebesar Rp 81.520.147, Gross B/C Rasio sebesar 3,12, dengan jumlah present value positif sebesar 119.795.147 dan jumlah present value negatif sebesar 38.275.000 dan IRR sebesar 47,03 persen, dan Periode Pengembalian Modal selama 1 tahun, 7 bulan, dan 8 hari. Temuan ini menunjukkan bahwa usaha tenun purun berbasis lahan gambut di Kabupaten Langkat secara finansial layak untuk dikembangkan. Studi ini memberikan bukti empiris yang dapat dijadikan referensi bagi pelaku usaha mikro dan pembuat kebijakan dalam mempromosikan usaha kerajinan tangan berkelanjutan berbasis sumber daya alam lokal
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.