EFEKTIVITAS ASAM AMINO DAN DOLOMIT TERHADAP RESILIENSI DAN PRODUKTIVITAS TOMAT DI TANAH MASAM
Main Article Content
Abstract
Produksi tomat (Solanum lycopersicum L.) yang tinggi seringkali dihadapkan pada tantangan perluasan lahan ke area marginal seperti lahan masam. Lahan masam memiliki kendala utama berupa pH rendah yang memicu keracunan ion Aluminium (Al) bagi sistem perakaran, serta memfiksasi ketersediaan hara makro esensial. Upaya pembenahan melalui pengapuran (dolomit) dan stimulasi pemulihan fisiologis menggunakan biostimulan organik (asam amino) diperlukan untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan produktivitas tanaman tomat pada lahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas mandiri serta interaksi aplikasi asam amino dan kapur dolomit terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat di lahan masam. Penelitian dilaksanakan dalam bentuk percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama adalah dosis Asam Amino: A0 (kontrol), A1 (10 ml/L), A2 (20 ml/L), dan A3 (30 ml/L). Faktor kedua adalah dosis kapur Dolomit: D0 (kontrol), D1 (26 g/polybag), D2 (31 g/polybag), dan D3 (36 g/polybag setara 4.000 kg/ha). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi asam amino dan kapur dolomit secara mandiri memberikan pengaruh nyata. Konsentrasi asam amino 20 ml/L (A2) merupakan dosis optimum. Pemberian dolomit 36 gram/polybag (D3) secara linier terbukti paling efektif menetralisir kemasaman tanah. Lebih lanjut, analisis statistik menunjukkan terdapat interaksi yang sangat nyata antara aplikasi asam amino dosis 20 ml/L dan dolomit 36 gram/polybag terhadap parameter puncak produksi, yakni bobot buah total per tanaman.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.