PERAN PENYULUH PERTANIAN DALAM OPTIMALISASI PEMANFAATAN MEDIA PENYULUHAN UNTUK MENDUKUNG SWASEMBADA PANGAN NASIONAL DI KABUPATEN BONE
Main Article Content
Abstract
Transformasi sistem penyuluhan pertanian menjadi tantangan penting dalam mendukung percepatan swasembada pangan, terutama di tengah perkembangan digitalisasi, keterbatasan sumber daya penyuluh, dan rendahnya literasi digital sebagian petani. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran penyuluh dalam mengoptimalkan pemanfaatan media penyuluhan, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi efektivitasnya, serta menguji pengaruhnya terhadap adopsi inovasi dan produktivitas usahatani melalui pengembangan Integrated Agricultural Extension Media Model (IAEMM). Penelitian didasarkan pada teori Difusi Inovasi, Agricultural Innovation Systems (AIS), dan konsep hybrid extension. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan explanatory survey terhadap 300 penyuluh pertanian dan petani di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi penyuluh dan dukungan kelembagaan berpengaruh terhadap pemanfaatan media penyuluhan, sedangkan adopsi inovasi dipengaruhi oleh kompetensi penyuluh, media penyuluhan, karakteristik petani, dan dukungan kelembagaan. Adopsi inovasi menjadi faktor paling dominan dalam meningkatkan produktivitas usahatani (f² = 0,566). Model IAEMM juga memiliki kemampuan prediksi dan kesesuaian yang baik (R² = 0,581–0,732; Q² = 0,392–0,518; SRMR = 0,056). Temuan ini menegaskan bahwa integrasi penyuluhan konvensional dan digital mampu memperkuat efektivitas penyuluhan serta mendukung kebijakan percepatan swasembada pangan nasional.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.