KARAKTERISTIK BIOFISIK DAN SOSIAL EKONOMI MODEL AGROFORESTRI DI KHDTK SENARU SEBAGAI DASAR PENGELOLAAN BERKELANJUTAN
Main Article Content
Abstract
Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Senaru di Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, memiliki fungsi strategis sebagai penyangga Taman Nasional Gunung Rinjani dan pusat kegiatan penelitian, pendidikan, serta konservasi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik biofisik dan sosial-ekonomi sebagai dasar perencanaan pengelolaan agroforestri berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah review literatur sistematis terhadap sumber-sumber ilmiah dan laporan terkait sejarah pengelolaan, pola tanam, kondisi tanah, dan kesejahteraan masyarakat. Hasil kajian menunjukkan bahwa sistem agroforestri di KHDTK Senaru memadukan tanaman kehutanan (sengon, mahoni), tanaman pertanian (jagung, kedelai), komoditas bernilai ekonomi tinggi (kopi, kakao, gaharu, buah-buahan), serta integrasi peternakan. Pola ini meningkatkan pendapatan rumah tangga, memperkuat kelembagaan lokal, dan menjaga fungsi ekologis seperti konservasi tanah, peningkatan keanekaragaman hayati, dan mitigasi perubahan iklim. Analisis SWOT mengungkapkan kekuatan berupa keanekaragaman hayati tinggi, dukungan institusi, dan kearifan lokal; kelemahan meliputi keterbatasan infrastruktur dan kapasitas manajerial; peluang dari dukungan kebijakan, potensi ekowisata, dan kemitraan riset; serta ancaman dari konversi lahan ilegal, degradasi lingkungan, dan konflik pemanfaatan lahan. Kondisi tanah di kawasan ini umumnya subur dengan kandungan bahan organik tinggi, namun pH rendah dan fosfor terbatas memerlukan intervensi pengelolaan. Strategi yang direkomendasikan meliputi konservasi sumber daya alam, pengembangan agroforestri adaptif, pemberdayaan masyarakat, penguatan infrastruktur, dan tata kelola kolaboratif. Temuan ini memberikan dasar ilmiah bagi pengembangan KHDTK Senaru sebagai model percontohan pengelolaan hutan berkelanjutan yang mengintegrasikan aspek ekologi, ekonomi, dan sosial-budaya.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.