KERAGAMAN FENOTIPIK DAN KERAGAAN AGRONOMI GALUR M5 PADI BERAS MERAH G16 HASIL IRADIASI SINAR GAMMA 200 DAN 300 Gy
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keragaman fenotipe karakter kuantitatif M5 padi beras merah (G16) hasil iradiasi sinar gamma 200 dan 300 Gy serta mengevaluasi keragaan agronominya. Percobaan dilaksanakan pada April–Agustus 2024 di Dusun Belet, Desa Bagik Payung, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur, menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 21 perlakuan dan tiga ulangan (63 unit percobaan). Perlakuan terdiri atas 20 galur hasil iradiasi dan varietas Gamagora 7 sebagai pembanding. Data dianalisis menggunakan ANOVA, komponen ragam, koefisien keragaman genetik (KKG), koefisien keragaman fenotipik (KKF), heritabilitas, dan kemajuan genetik harapan, serta uji BNJ 5% untuk karakter yang berbeda nyata. Hasil menunjukkan bahwa KKG seluruh karakter tergolong rendah, sedangkan KKF berkisar dari rendah hingga tinggi, menunjukkan bahwa variasi fenotipe lebih besar dipengaruhi oleh lingkungan dibandingkan komponen genetik. Heritabilitas berkisar 0–0,497 dan seluruh karakter memiliki kemajuan genetik harapan rendah. Keragaan antar galur berbeda nyata pada tinggi tanaman; galur G27 (16-9-4) memiliki tinggi tanaman tertinggi sebesar 138,43 cm, sedangkan Gamagora 7 terendah sebesar 97,57 cm. Umur panen seluruh galur hasil iradiasi adalah 107 HST dan tidak berbeda nyata dengan Gamagora tujuh (105,67 HST). Secara numerik, G27 (1-20-19) memiliki jumlah gabah per malai dan gabah bernas per malai tertinggi, masing-masing 179,16 dan 161,64 butir, tetapi perbedaannya tidak nyata. Hasil ini menunjukkan bahwa seleksi fenotipik pada satu lokasi masih terbatas efektivitasnya dan galur dengan performa numerik unggul perlu diuji pada beberapa lingkungan sebelum dipilih untuk tahapan pemuliaan berikutnya.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.