MERAJUT PANGAN NUSA TENGGARA BARAT: MENGINTEGRASIKAN PENINGKATAN PRODUKSI DAN PENGURANGAN KEHILANGAN PANGAN
Main Article Content
Abstract
Pembangunan pangan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) selama ini masih didominasi oleh pendekatan peningkatan produksi komoditas pertanian sebagai respons terhadap kebutuhan konsumsi dan pertumbuhan penduduk. Pendekatan tersebut belum sepenuhnya diimbangi dengan pengelolaan sistem pangan secara menyeluruh, khususnya dalam menekan kehilangan pangan (food loss dan food waste) di sepanjang rantai pasok. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pendekatan integratif dalam merajut sistem pangan Provinsi NTB dengan menghubungkan peningkatan produksi dan pengurangan kehilangan pangan sebagai strategi komplementer. Penulisan artikel menggunakan metode deskriptif-analitis berbasis data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik, laporan pemerintah daerah Provinsi NTB, serta publikasi ilmiah nasional dan internasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa kehilangan pangan masih terjadi pada berbagai tahapan, terutama pada penanganan pascapanen dan distribusi, sehingga mengurangi efektivitas peningkatan produksi. Integrasi kebijakan produksi dan pengurangan kehilangan pangan diperlukan untuk meningkatkan efisiensi sistem pangan daerah dan mendukung pembangunan pangan yang berkelanjutan di Provinsi NTB. Penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan produksi pangan di Provinsi NTB tidak serta-merta memperkuat ketahanan pangan tanpa pengurangan kehilangan pangan dalam sistem pascapanen dan distribusi.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.